Proposal Usaha
Definisi Proposal Usaha
Secara sederhana proposal usaha dapat
didefinisikan sebagai rancangan usaha yang disampaikan secara tertulis kepada
pihak lain (investor) secara sistematik dan jelas mencakup gambaran aktivitas
yang akan dilakukan beserta rincian kebutuhan aset dan perhitungan keuangan.
Tujuan dari Proposal
Usaha
Pada umumnya proposal usaha dibuat dengan
tujuan:
·
Untuk
merealisasikan sebuah peluang usaha yang profitable.
·
Sebagai
sarana untuk meyakinkan pihak investor atas kelayakan usaha yang akan
dijalankan atau dikemabangkan.
Manfaat Proposal Usaha
Manfaat dari pembuatan proposal usaha
antara lain sebagai berikut:
·
Memudahkan
pelaku usaha dalam menjelaskan kepada pihak investor mengenai ide atau gagasan
usaha yang akan dilakukan.
·
Apabila
terjadi kesepakatan kerjasama antara pihak investor dan pelaku usaha, maka
proposal usaha tersebut dapat menjadi media kontrol atau rujukan bagi kedua
belah pihak untuk memantau usaha yang dijalankan.
·
Dalam
realisasinya, proposal usaha membantu mengurangi kerugian yang diakibatkan dari
penyimpangan biaya tak terduga.
Hal Penitng Dalam Membuat
Proposal Usaha
Proposal Usaha yang
Diminati Investor
Satu hal yang harus dipahami oleh para
pembuat proposal usaha adalah bahwa tidak semua orang dapat membaut proposal
usaha dengan baik. Proposal usaha yang kurang menarik biasanyakurang
mendapatkan respon yang baik dari investor. Sehigga dibutuhkan keterampilan
khusus dan pengetahuan yang cukup dalam membuat proposal usaha yang baik dan
benar dan menarik. Nanti akan ada contoh proposal usaha.
Poposal yang diminati oleh para investor
adalah proposal yang mempunyai sistematika dan alur pembahasan yang runtut dan
jelas. Bahasa yang digunakan pun bukan bahasa yang resmi dan kaku tapi bahasa
yang atraktif dan mudah di pahami bagi investor.
Sehingga
maksud dan tujuan dari proposal yang diajukan tersebut dapat dipahami daengan
baik. Selain itu dalammembuat proposal sang penulis yaitu pelaku usaha dapat
memposisikan diri sebagai sang pembaca proposal atau investor. Anggap target
pembaca proposal anda adalah orang yang benar-benar tidak mengerti mengenai
usaha ang akan dijalankan sehingga proposal yang detail dan jelas akan sangat
membantu investor dalam memahaminya.
Sistematika Penulisan
Proposal Usaha
Sistematika atau pembuatan proposal usaha
dapat menjadi prioritas pembaca atau investor dalam mengeksekusi kelayakan
usaha yang akan dijalankan, bila proposal dibuat dengan asal-asalan tanpa
sistematika yang baik, sudah dapat dipastikan proposal tersebut akan ditolak
oleh investor, karena membingungkan.
Dasar pemikiran mereka sederhana, bagaimana
mungkin usaha tersebut dapat dijalankan dengan baik bila konsepnya saja tidak
daa dipahami dengan jelas. Maka pembuatan sistematika proposal yang runtut,
berkesinambungan dan jelas akan sangat mempengaruhi dalam proses eksekusi
kelayakan usaha tersebut.
Untuk membuat sistematika proposal usaha
yang baik, harus disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dijalankan, karena
bisa jadi beberapa aspek yang dibuat untuk masing-masing usaha berbeda antara
satu dengan lainnya. Sebagai contoh: sebuah usaha jasa terapi tidak perlu
mencantumkan aspek lingkungan, namun pada usaha industri batik, aspek
lingkungan perlu dicantumkan karena berkaitan dengan dampak dari limbah industri
yang dihasilkannya.
Contoh lainnya adalah pada usaha yang
bersifat kemitraan, misalnya kemitraan usaha di bidang peternakan maupun
pertanian yang mana proses pembelian hasil panen akan dilakukakan pemasok bibit
maka dalam hal ini aspek pemasaran tidak perlu dicantumkan karena si pelaku
usaha tidak punya hak jual atas hasil panennya. Namun secara garis besar sebuah
proposal usaha setidaknya mecakup sistematika standar sebagai berikut:
Contoh Sistematika
Penulisan Proposal Usaha
1. Cover dan Halaman Judul
2. Daftar Isi
3. BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang/ Dasar Pemikiran
b. Tujuan Usaha
4. BAB II ASPEK PERENCANAAN USAHA
a. Aspek Pemasaran
b. Aspek Teknis dan Produksi
c. Aspek Ekonomi Sosial
d. Aspek Lingkungan
e. Aspek Manajemen
f. Aspek Keuangan
5. BAB III PENUTUP
6. Lampiran
2. Daftar Isi
3. BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang/ Dasar Pemikiran
b. Tujuan Usaha
4. BAB II ASPEK PERENCANAAN USAHA
a. Aspek Pemasaran
b. Aspek Teknis dan Produksi
c. Aspek Ekonomi Sosial
d. Aspek Lingkungan
e. Aspek Manajemen
f. Aspek Keuangan
5. BAB III PENUTUP
6. Lampiran
Pembahasan Membuat
Sistematika Penulisan Proposal Usaha
Cover dan Halaman Judul
Proposal Usaha
Cover
atau sampul proposal merupakan pintu masuk untuk menarik investor dan bersedia
membacanya. Pembuatan cover yang
asal-asalan akan menjatuhkan karakter atau privacypembuat
proposal itu sendiri karena tidak memahami standar kelayakan permohonan
kerjasama. Investor akan merasa lebih dihargai bila cover proposal dibuat dengan tingkat elegansi yang
pantas, karena hal itu menyangkut dengan besarnya nilai investasi yang akan
dikeluarkan bila proposal tersebut disetujui. Pada umumnya jenis cover disesuaikan dengan tebal tipisnya proposal.
Bisa memakai hard cover atau kertas keras
atau cover yang transparan berbahan plastik mika.
Halaman
judul yang ada pada cover biasanya meliputi: jenis usaha, nama usaha dan
penyusun atau pihak yang mengajukan proposal (bisa lembaga atau perorangan).
Untuk menambahkan daya tarik tampilan cover bisa
dimuat gambar atau foto kegiatan yang bertema sama dengan isi proposal yang
akan diajukan.
Daftar Isi Proposal Usaha
Daftar isi proposal usaha memuat
sistematika yang telah dibahas pada bab sebelumnya ditambah dengan nomor
halaman untuk masing-masing bab dan sub babnya.
Bab I Pendahuluan
Latar Belakang atau Dasar Pemikiran
Sub bab ini memuat hal-hal yang menjadi
dasar pemikiran atau latar belakang dibuatnya proposal usaha. Alur penulisan
biasanya terlebih dahulu disampaikan tentang kondisi global yaitu informasi
atau data aktual yang berkaitan dengan berbagai keadaan di luar usaha yang
secar tidak langsung maupun langsung berpengaruh terhadap usaha yang akan
dijalankan seperti: perkembangan terkini perkembangan ekonomi nasional atau
internasional, tuntutan kebutuhan pokok, melimpahnya ketersediaan sumberdaya
ataupun bahan baku, tigkat permintaan atas produk tertentu, terbatasnya pesaing
usaha, pemanfaatan peluang bisnis dan lain sebagainya. Kemudian dengan
pertimbangan beberapa hal tersebut dibahas semakin meruncing menuju pada alasan
pokok yang menjadi dasar pemikiran pemilihan jenis usaha yang akan dijalankan.
Tujuan Usaha
Detail tujuan yang akan dicapai dari usaha
yang akan dijalankan harus disampaikan dengan jelas baik dari aspek peningkatan
kesejahteraan ekonomi, aspek pemanfaatan potensi sumber daya alam maupun aspek
lain yang dapat menguatkan pertimbangan investor untuk melakukan investasi pada
usaha tersebut.
Bab II Aspek Perencanaan Usaha
Aspek Pemasaran
Aspek pemasaran merupakan ujung tombak dari
seluruh aktivitas usaha, karena melalui proses pemasaranlah produk usaha dapat
dikenalkan dengan masyarakat konsumen. Sehingga pemasaran yang terencana dengan
baik dan sistematis akan berdampak pada kelangsungan usaha secara signifikan.
Oleh karena itu pada aspek pemasaran ini
harus dijelaskan secara detil area. Segmen pasar dan metode pemasaran yang akan
digunakan dan alasan pemilihan segmen dan metode tersebut berjalan. Penjelasan
area pemasaran berkaitan dengan daerah yang punya potensi permintaan terbesar
pada produk usaha dan penjabaran untuk segmen pasar sebaiknya ditentukan sejak
awal sebelum usaha dimulai, agar jelas kepada siapa produk hasil saya itu
dipasarkan.
Jika segmen pasar tidak ditentukan maka
bisa dipastikan akan membingungkan tenaga penjualan dalam memasarkan produknya,
karena tidak tahu pada siapa ia akan menawarkan produknya. Segmen pasar dapat
dijelaskan dengan membagi konsumen dalam kriteria umur/usia, bidang pekerjaan,
jenis kelamin ataupun pencinta seni/hobi/kolektor. Dijelaskan pula dasar alasan
memilih segmen pasar tersebut.
Sedangkan
metode pemasaran dalam rangka mengenalkan produk kepada konsumen atau menarik
simpati konsumen dapat dilakukan melalui banyak cara, diantaranya: pasang iklan
di media cetak maupun elektronik, memasang dan menyebar pamflet, banner,
spanduk, baliho,brosur, leaflet atau SMS, mengadakan pelayanan atau paket
gratis, mengadakan lomba, bakti sosial, pawai produk ataupun membuat blog
atau web.
Semakin unik model pemasaran yang dilakukan
dan mencakup jangkauan area yang luas akan mampu menjaring jumlah konsumen yang
lebih banyak. Namun pada kenyataannya menjaga standar mutu produk, kepercayaan
dan pelayanan yang ramah merupakan metode paling ampuh dalam konsep pemasaran
jangka panjang dan kelangsungan usaha itu sendiri.
Aspek teknis dan produksi
Hal-hal yang dijabarkan dalam aspek teknis
dan produksi adalah semua hal yang terkait dalam proses persiapan maupun
pelaksanaan teknis usaha. Penjabaran aspek teknis dan produksi ini tentu saja
berbeda antara usaha satu dengan yang lainnya, yang jelas disesuaikan dengan
kebutuhan dan kondisi usaha masing-masing.
Beberapa hal pokok yang perlu dibahas dalam
aspek teknis dan produksi adalah:
Aktiva
tetap usaha
Kebutuhan aktiva tetap usaha meliputi
bangunan atau tempat usaha, mesin, inventaris maupun peralatan pendukung yang
digunakan untuk operasional usaha. Sedangkan untuk usaha yang bergerak di
agribisnis khususnya bidang peternakan, kebutuhan aktiva tetapnya meliputi
indukan ternak yang akan dibudidayakan. Penjabaran dari masing-masing kebutuhan
aktiva tetap ini harus jelas dan detail mulai dari alasan, fungsi, ukuran
maupun jenisnya.
Bahan baku
dan pembantu
Kebutuhan
akan bahan baku dan pembantu yang dimaksud di sini adalah bila terkait pada
usaha yang bergerak di bidang perdagangan dan industri maka ketersediaan akan
bahan baku dan pembantu harus dapat dipastikan kontinuitasnya dalam menunjang
proses operasional usaha. Sedangkan untuk usaha di bidang jasa kebutuhan
bakunya adalah skillatau keahlian pribadi itu
sendiri, yang harus dipastikan bahwa keahlian yang dimiliki sudah memenuhi
standar pasar.
Proses
produksi atau operasi
Penjabaran proses produksi atau operasi
usaha industri lebih difokuskan pada teknis mengolah bahan baku yang tersedia
menjadi produk jadi yang siap jual. Pada usaha dagang prosesnya mulai dari
pengadaan/ pembelian barang atau kulakan pengemasan atau packing ulang dan
penjualan langsung ke konsumen atau melalui agen-agen langganan. Sedangkan
untuk proses operasi usaha jasa biasanya terfokus pada teknis pelayanan ke
konsumen.
Tenaga
kerja
Dalam aspek ini dijelaskan mengenai
kebutuhan tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung yang akan
digunakan dalam operasi usaha. Penggunaan tenaga kerja yang mempunyai
keterampilan akan sangat menunjang kelancaran usaha. Dan meminimalisasi jumlah
tenaga kerja yang digunakan dapat menekan jumlah biaya tetap yang dikeluarkan
setiap periodenya.
Lokasi
Penentuan lokasi usaha sangat menunjang
pula dalam kelancaran usaha, letak yang strategis dan dekat dengan keramaian
akan mempunyai dampak secara signifikan pada tingkat penjualan produk usaha.
Namun kendalanya adalah umumnya biaya sewa di lokasi strategis lebih mahal dari
tempat-tempat lainnya. Pada aspek ini sebaiknya dijelaskan pula alasan
penentuan tempat usaha tersebut.
Aspek
ekonomi sosial
Aspek sosial lebih ditekankan pada dampak
pembukaan usaha terhadap kehidupan masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat
luas umumnya antara lain seperti:
·
Berperan
serta dalam mengurangi tingkat pengangguran angkatan kerja dengan memberikan
kesempatan bekerja.
·
Berperan
serta dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup masyarakat.
·
Berperan
serta menjadi mediator kerjasama antara unit-unit usaha yang ada.
Aspek
lingkungan
Pembahasan aspek lingkungan biasanya
dikhususkan untuk pendiri usaha yang mempunyai dampak terhadap pencemaran
lingkungan secara langsung, baik pencemaran udara, air, tanah maupun kondisi
lingkungan. Sehingga solusi teknis dalam menanggulangi pencemaran lingkungan
harus dijelaskan secara detail agar tidak terjadi permasalahan di masa depan.
Sebagai contoh sebuah solusi teknis pada industri batik, pembuangan limbah dari
hasil akhir olahan dibuang ditempat yang dibuat secara khusus sehingga tidak
mencemari air dan tanah di lingkungan sekitar.
Aspek
manajemen
Penjelasan aspek manajemen diperlukan agar
usaha tersebut nantinya dapat dikelola secara profesional. Beberapa hal penting
yang perlu dibahas dalam aspek manajemen antara lain adalah:
·
Pengelola
usaha dan kepemilikan modal
Kiranya dijelaskan pihak yang harus memulai usaha dan pihak yang harus mendanai usaha (pemilik modal atau investor) beserta detil tanggung jawabnya, supaya usaha dapat dikelola secara profesional.
Kiranya dijelaskan pihak yang harus memulai usaha dan pihak yang harus mendanai usaha (pemilik modal atau investor) beserta detil tanggung jawabnya, supaya usaha dapat dikelola secara profesional.
·
Model
kerjasama
Model kerjasama harus dijelaskan secara rinci apakah dalam bentuk pinjaman atau bagi hasil. Bila dalam bentuk pinjaman maka harus dijelaskan pula Kapan jangka waktu pengembaliannya, dan bila dalam bentuk bagi hasil harus dijelaskan prosentase pembagian laba untuk masing-masing pihak. Sehingga dengan perjanjian di awal usaha yang jelas akan mengurangi tingkat resikobila di kemudian hari terjadi kesalahpahaman atau pertikaian diantara kedua belah pihak.
Model kerjasama harus dijelaskan secara rinci apakah dalam bentuk pinjaman atau bagi hasil. Bila dalam bentuk pinjaman maka harus dijelaskan pula Kapan jangka waktu pengembaliannya, dan bila dalam bentuk bagi hasil harus dijelaskan prosentase pembagian laba untuk masing-masing pihak. Sehingga dengan perjanjian di awal usaha yang jelas akan mengurangi tingkat resikobila di kemudian hari terjadi kesalahpahaman atau pertikaian diantara kedua belah pihak.
·
Perjanjian
usaha
Penjelasan tentang perjanjian usaha semisal ijin HO, pengurusan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan NPWP nomor Pokok Wajib Pajak diperlukan ketika usaha tersebut nantinya berkembang dengan pesat sehingga apabila diadakan audit oleh instansi terkait semua perijinan sudah beres. Namun wirausaha masih dalam skala kecil lebih baik tidak perlu perijinan per hal itu justru akan menghambat laju pendirian usaha.
Penjelasan tentang perjanjian usaha semisal ijin HO, pengurusan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan NPWP nomor Pokok Wajib Pajak diperlukan ketika usaha tersebut nantinya berkembang dengan pesat sehingga apabila diadakan audit oleh instansi terkait semua perijinan sudah beres. Namun wirausaha masih dalam skala kecil lebih baik tidak perlu perijinan per hal itu justru akan menghambat laju pendirian usaha.
Aspek
keuangan
Hal yang paling krusial dalam pembuatan
proposal usaha adalah penjelasan pada aspek keuangan, karena perhitungan yang
cermat dan analisa yang tepat akan menentukan kelayakan usaha yang akan
dijalankan. Pembahasan analisa keuangan meliputi:
1.
Analisa
Investasi Usaha
2.
Analisa Break Even Point atau Titik Impas
3.
Analisa
Laba Rugi
4.
Analisa
Arus Kas
5.
Prediksi
Neraca
Analisa kelayakan usaha, antara lain
terdiri dari metode:
– Periode Pengmbalian Modal (Payback Period)
– Pengembalian investasi atau return on investment (ROI)
– Rasio manfaat dan biaya (B/C Ratio)
– Perbandingan laba bersih usaha setelah bagi hasil dengan tingkat Upah Minimal Regional (UMR) daerah setempat.
– Periode Pengmbalian Modal (Payback Period)
– Pengembalian investasi atau return on investment (ROI)
– Rasio manfaat dan biaya (B/C Ratio)
– Perbandingan laba bersih usaha setelah bagi hasil dengan tingkat Upah Minimal Regional (UMR) daerah setempat.
Karena kompleknya pembahasan analisa
keuangan pada aspek ini maka penjelasan secara detil akan diuraikan pada bab
tersendiri.
Bab III Penutup
Pada bab penutup umumnya berisi tentang
penjelasan dari hasil kalkulasi keuangan pada analisa kelayakan usaha yang
diuraikan dalam bentuk pengukuran pentingnya proposal usaha tersebut untuk
direalisasi berikut dengan alasannya.
F. Lampiran
Beberapa data pendukung dari proposal usaha
yang dibuat, yang tidak mungkin untuk dimasukkan dalam bab pembahasan
dilampirkan pada bagian akhir proposal setelah lembar penutup. Proposal yang
didukung dengan data atau dokumen yang lengkap dan rinci akan sangat membantu
dalam pengambilan keputusan realisasinya.
Analisa Keuangan Contoh
Proposal Usaha
Analisa Investasi Usaha
Analisa investasi usaha digunakan untuk
mengetahui keseluruhan modal yang diinvestasikan untuk usaha. Variabel analisa
ini meliputi kebutuhan modal tetap dan modal kerja usaha.
Modal Tetap Usaha
Adalah modal yang diinvestasikan untuk
membiayai keperluan usaha yang mempunyai umur pemakaian lama (umumnya lebih
dari satu tahun). Elemen modal tetap usaha meliputi:
Aktiva
Tetap
Adalah kekayaan usaha yang diwujudkan dalam
bentuk aset tetap dan mempunyai umur kegunaan jangka panjang. Beberapa contoh
aktiva tetap diantaranya adalah bangunan, kendaraan, mesin, inventaris kantor:
komputer, meja, kursi dan lain sebagainya. Aktiva tetap harus dilakukan
penyusutan untuk mencatat nilai manfaat aktiva tetap yang dibebankan sebagai
biaya tetap dalam modal kerja usaha.
Rumus
Penyusutan
Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa /
Taksiran Umur Ekonomis
Contoh:
Bapak Andi membeli komputer senilai Rp. 4.000.000, taksiran umur ekonomisnya 5 tahun, sedangkan taksiran residu atau sisa saat tahun ke 5 tersebut adalah Rp. 400.000. Maka penghitungan nilai penyusutan aktiva tersebut adalah sebagai berikut:
(Rp. 4.000.000 – Rp. 400.000) / 5 tahun x 12 bulan = Rp. 60.000 per bulan
Bapak Andi membeli komputer senilai Rp. 4.000.000, taksiran umur ekonomisnya 5 tahun, sedangkan taksiran residu atau sisa saat tahun ke 5 tersebut adalah Rp. 400.000. Maka penghitungan nilai penyusutan aktiva tersebut adalah sebagai berikut:
(Rp. 4.000.000 – Rp. 400.000) / 5 tahun x 12 bulan = Rp. 60.000 per bulan
Biaya
Dibayar di Muka
Adalah pengeluaran kas yang manfaatnya
tidak bisa dinikmati pada periode ini melainkan pada periode berikutnya. Jenis
transaksi yang termasuk biaya dibayar dimuka diantaranya adalah sewa tempat,
biaya promosi atau pemasaran, asuransi dan lain sebagainya. Pada setiap akhir
periode harus dilakukan penyesuaian untuk mencatat nilai riil dari biaya
dibayar dimuka yang dibebankan sebagai biaya tetap dalam modal kerja usaha.
Rumus
Penyesuaian
Harga Pokok Biaya Dibayar di Muka / Jangka
Waktu Biaya Dibayar di Muka
Contoh:
Biaya dibayar dimuka untuk sewa tempat usaha 3 tahun adalah Rp1.800.000. Laporan usaha dilakukan setiap bulan sekali. Maka perhitungan penyesuaian biaya sewa tempat setiap bulannya adalah:
Rp. 1.800.000/(3×12) = Rp. 50.000
Biaya dibayar dimuka untuk sewa tempat usaha 3 tahun adalah Rp1.800.000. Laporan usaha dilakukan setiap bulan sekali. Maka perhitungan penyesuaian biaya sewa tempat setiap bulannya adalah:
Rp. 1.800.000/(3×12) = Rp. 50.000
Modal Kerja Usaha
Adalah modal yang diinvestasikan untuk
membiayai seluruh kegiatan usaha setelah pengadaan aset dan kebutuhan jangka
panjang dianggap memadai. Pengertian yang lebih sederhana adalah modal yang
dialokasikan untuk membiayai kontinuitas kegiatan usaha setiap periodenya.
Elemen modal kerja usaha meliputi:
1. Biaya
Tetap
Adalah modal kerja yang harus tetap ada atau terus menerus diperlukan untuk kelancaraan usaha.
Adalah modal kerja yang harus tetap ada atau terus menerus diperlukan untuk kelancaraan usaha.
Elemen-elemen biaya tetap meliputi:
·
Penyusutan
aktiva tetap.
·
Penyesuaian
biaya dibayar di muka.
·
Biaya
operasional:
Adalah biaya yang selalu dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas harian usaha. Misalnya: biaya listrik, telepon, gaji/ upah karyawan, transportasi, pajak, administrasi kantor dan lain sebagainya.
Adalah biaya yang selalu dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas harian usaha. Misalnya: biaya listrik, telepon, gaji/ upah karyawan, transportasi, pajak, administrasi kantor dan lain sebagainya.
2. Biaya
Variabel
Adalah modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan usaha saat periode tersebut. Pengertian sederhana biaya variabel adalah semua biaya yang menempel pada produk.
Adalah modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan usaha saat periode tersebut. Pengertian sederhana biaya variabel adalah semua biaya yang menempel pada produk.
Elemen-elemen biaya variabel meliputi:
·
Bahan
baku:
Adalah bahan mentah/ pokok dari produk usaha.
Adalah bahan mentah/ pokok dari produk usaha.
·
Bahan
pendukung:
Adalah bahan yang berperan membantu proses penyempurnaan bahan baku menjadi produk jadi yang siap jual.
Adalah bahan yang berperan membantu proses penyempurnaan bahan baku menjadi produk jadi yang siap jual.
Contoh dalam usaha manufaktur atau
industri:
·
Mebel,
biaya variabelnya meliputi: kayu, paku dan pernis atau plitur.
·
Roti,
biaya variabelnya meliputi: Tepung, gula, garam, telur, pengembang dan bahan
pendukung lainnya.
Contoh dalam usaha dagang pakaian, biaya
variabel adalah macam-macam jadi produk utama usaha.
Catatan:
Dalam usaha jasa tidak ada biaya variabel karena
terlalu sulit menentukan nilai keterampilan seseorang untuk dibebankan dalam
unit produk yang dikenai pelayanan jasa. Sehingga modal kerja dalam usaha jasa
adalah biaya tetap itu sendiri karena biaya variabelnya adalah nol.
Sedangkan
dalam usaha agribisnis seperti peternakan ayam, bebek, lele dan sejenisnya,
biaya operasional tidak dikelompokkan dalam elemen biaya tetap tetapi elemen
biaya variabel karena pada usaha agribisnis mempunyai asumsi “all in out” yaitu semua komoditi yang masuk harus
keluar atau terjual semua karena resiko kematian. Jadi semua biaya operasional
yang dikeluarkan melalui pengadaan komoditi pembesaran hingga komoditi siap
jual dianggap sebagai biaya variabel.
Adapun yang dimaksud jumlah keseluruhan
investasi adalah:
Modal Tetap + Modal Kerja – Penyusutan – Penyesuaian
Modal Tetap + Modal Kerja – Penyusutan – Penyesuaian
Untuk mendapatkan jumlah riil investasi,
penyusutan dan penyesuaian harus dikeluarkan dari modal kerja karena dua elemen
tersebut bukanlah bagian dari biaya investasi melainkan nilai manfaat dari
aktiva tetap dan BDM yang diakui sebagai biaya.
Analisa Break Even Point
atau Titik Impas
Analisa break event point atau lebih
dikenal dengan BEP digunakan untuk mengetahui keadaan dimana dalam operasi
perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau impas. Ada dua
alat analisa yang di bisa digunakan untuk mengetahui titik impas usaha yaitu
BEP dalam unit dan BEP dalam rupiah.
BEP Dalam Unit
Adalah alat analisa BEP untuk mengetahui
jumlah unit produk yang terjual pada titik impas usaha.
Rumus BEP
dalam unit:
Biaya Tetap per Unit / Penjualan per Unit – Biaya variabe per Unit
Biaya Tetap per Unit / Penjualan per Unit – Biaya variabe per Unit
BEP Dalam Rupiah
Adalah alat analisa BEP untuk mengetahui
harga pokok per unit produk pada titik impas usaha.
Rumus BEP
dalam rupiah:
Modal Kerja / Volume Produksi
Modal Kerja / Volume Produksi
Analisa Laba Rugi
Analisa laba rugi digunakan untuk
mengetahui laba atau rugi berdasarkan target penjualan usaha yang diharapkan.
Selain itu, analisa ini juga dapat digunakan sebagai alat uji laba atau rugi
yang dihasilkan dari BEP dalam unit dan BEP dalam rupiah.
Rumus Laba
Rugi:
Laba(Rugi) = Penjualan – Biaya Tetap – Biaya Variabel
Laba(Rugi) = Penjualan – Biaya Tetap – Biaya Variabel
Jika hasil penghitungannya positif berarti
laba, namun bila hasil dari perhitungannya negatif berarti rugi, dan bila
hasilnya sama dengan nol berarti tidak ada laba atau rugi atau bisa disebut
BEP/ impas.
Analisa Arus Kas
Analisa arus kas digunakan untuk mengetahui
aliran kas masuk dan kas keluar usaha dalam masa konstruksi dan masa sesuai
target usaha yang diharapkan.
Rumusnya
analisa arus kas adalah:
Saldo Kas Akhir Periode = Saldo Kas Awal
Periode + Jumlah Kas Masuk – Jumlah Kas Keluar
Prediksi Neraca
Prediksi neraca digunakan untuk mengetahui
posisi keuangan usaha berdasarkan target yang direncanakan, sehingga dapat
diketahui wujud dan nominal aset dari modal yang diinvestasikan.
Rumus
Prediksi Neraca
Jumlah total Aktiva = Jumlah total Pasiva
Analisa Kelayakan Usaha
Analisa kelayakan usaha digunakan untuk
mengetahui layak tidaknya usaha tersebut dijalankan. Metode sederhana yang bisa
digunakan untuk menguji kelayakan usaha diantaranya adalah:
Periode Pengembalian Modal (Payback Period)
Adalah metode yang digunakan untuk
mengetahui lamanya waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali seluruh dana
yang diinvestasikan melalui laba bersih usaha.
Rumus
Periode Pengembalian Modal (Payback Period):
Investasi / Laba berish usaha
Investasi / Laba berish usaha
Semakin kecil nilai yang didapat semakin
cepat pengembalian investasi sehingga semakin banyak pula usaha tersebut untuk
direalisasikan.
Pengembalian Investasi/ Return of
Investment (ROI)
Adalah metode yang digunakan untuk
mengetahui tingkat keuntungan usaha yang mampu menutup seluruh dana yang
diinvestasikan.
Rumus
Pengembalian Investasi atau ROI
Laba Bersih Usaha / Investasi x 100%
Semakin besar nilai yang didapat semakin
memadai tingkat keuntungan besar yang didapat dalam menutup dana investasi
sehingga usaha tersebut layak direalisasi. Banyak pihak atau pelaku usaha yang
melakukan pembandingan sederhana untuk kelayakan hasil metode ROI dengan suku
bunga kredit atau bunga deposito yang umumnya berlaku di bank, bila tingkat
persentasenya sama atau lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga kredit atau
bunga deposito maka usaha tersebut cukup layak untuk direalisasi.
Rasio Manfaat dan Biaya (B/C Ratio)
Adalah metode yang digunakan untuk
mengetahui kemampuan usaha dalam menutup seluruh biaya pengeluaran dengan
keuntungan yang diperoleh selama investasi berlangsung.
Rumus
Rasio Manfaat dan Biaya atau B/C Ratio
Pendapat / Pengeluaran
Pendapatan dan pengeluaran yang dimaksud
dalam formula disini adalah jumlah kas masuk dan kas keluar yang tercantum
dalam analisa arus kas. Semakin besar nilai yang didapat semakin baik kemampuan
usaha tersebut untuk menutup biaya pengeluaran dari pendapatan yang diperoleh,
atau dengan indikasi lain bahwa kelayakan usaha yang akan menandai untuk
direalisasi bila nilai dari B/C ratio lebih besar dari satu (B/C > 1).
Perbandingan
Laba Bersih Usaha Setelah Bagi Hasil dengan Tingkat Upah Minimum Regional (UMR)
Daerah Setempat
Dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan
bahwa usaha yang akan dijalankan tersebut akan mampu memberikan kontribusi bagi
peningkatan kesejahteraan pengelola usaha secara signifikan di atas UMR daerah
setempat.
Semakin besar hasil perbandingan yang
didapat semakin besar pula peran usaha tersebut dalam meningkatkan
kesejahteraan ekonomi ke pengelola usaha.
Komentar
Posting Komentar