Pengertian usaha Franchise, kelebihan dan keunggulan Franchise, Beberapa perusahaan Franchise

Perusahaan
Waralaba (Franchise) : Definisi, Jenis/bentuk dan Keunggulan dan Kelemahan
sistem Franchise, Perusahaan Franchise indonesia dan luar negeri
Definisi
Franchise (Waralaba) :
Menurut
Blake & Associates (Blake, 1996), kata franchise berasal dari bahasa
Perancis kuno yang berarti bebas. Pada abad pertengahan franchise diartikan
sebagai hak utama atau kebebasan (Sewu, 2004, p. 15).
Menurut
Queen (1 993:4-5) franchise adalah kegiatan pemberian lisensi dari pemegang
usaha (franchisor) kepada pembeli merek usaha (franchisee) untuk berusaha
dibawah nama dagang franchisor berdasarkan kon trak dan pembayaran royalti.
European
Code of Ethics for Franchising memberikan definisi franchise sebagai berikut
(European Code of Ethics for Franchising, 1992, p. 3): “Franchise adalah sistem
pemasaran barang dan atau jasa dan atau teknologi, yang didasarkan pada
kerjasama tertutup dan terus menerus antara pelaku-pelaku independent
(maksudnya franchisor dan individual franchisee) dan terpisah baik secara legal
(hukum) dan keuangan, dimana franchisor memberikan hak pada individual
franchisee, dan membebankan kewajiban untuk melaksanakan bisnisnya sesuai
dengan konsep dari franchisor” ( Sewu, 2004, p. 5-6).
Menurut
Winarto (1995, p. 19) Waralaba atau franchise adalah hubungan kemitraan yang
usahanya kuat dan sukses dengan usahawan yang relatif baru atau lemah dalam
usaha tersebut dengan tujuan saling menguntungkan khususnya dalam bidang usaha
penyediaan produk dan jasa langsung kepada konsumen.
Jenis/Bentuk
Franchise
Menurut
Mohammad Su’ud ( 1994:4445) bahwa dalam praktek franchise terdiri dari empat
bentuk:
1.
Product Franchise
Suatu
bentuk franchise dimana penerima franchise hanya bertindak mendistribusikan
produk dari petnernya dengan pembatasan areal.
2.
Processing or Manufacturing Frinchise
Jenis
franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk
dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek
franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan
minuman.
Suatu
bentuk franchise dimana PT Ramako Gerbangmas membeli dari master franchise yang
mengeloia Mc Donald‘s di Indonesia yang hanya memberi know how pada PT Ramako
Gerbangmas tersebut untuk menjalankan waralaba Mc Donald’s.
3.
Bussiness Format atau System Franchise
Franchisor
memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, seperti yang
dilakukan oleh Mc Donald’s dengan membuat variasi produknya dalam bentuk paket.
4.
Group Trading Franchise
Bentuk
franchise yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun
pengecer yang dilakukan toko serba ada.
Menurut
International Franchise Association (IFA) berkedudukan di Washington DC,
merupakan organisasi Franchise International yang beranggotakan negara-negara
di dunia, ada empat jenis franchise yang mendasar yang biasa digunakan di
Amerika Serikat, yaitu:
1.
Product Franchise
Produsen
menggunakan produk franchise untuk mengatur bagaimana cara pedagang eceran
menjual produk yang dihasilkan oleh produsen. Produsen memberikan hak kepada
pemilik toko untuk mendistribusikan barang-barang milik pabrik dan mengijinkan
pemilik toko untuk menggunakan nama dan merek dagang pabrik. Pemilik toko harus
membayar biaya atau membeli persediaan minimum sebagai timbal balik dari
hak-hak ini. Contohnya, toko ban yang menjual produk dari franchisor,
menggunakan nama dagang, serta metode pemasaran yang ditetapkan oleh
franchisor.
2.
Manufacturing Franchises
Jenis
franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk
dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek
franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan
minuman.
3.
Business Oportunity Ventures
Bentuk
ini secara khusus mengharuskan pemilik bisnis untuk membeli dan
mendistribusikan produk-produk dari suatu perusahaan tertentu. Perusahaan harus
menyediakan pelanggan atau rekening bagi pemilik bisnis, dan sebagai timbal
baliknya pemilik bisnis harus membayarkan suatu biaya atau prestasi sebagai
kompensasinya. Contohnya, pengusahaan mesin-mesin penjualan otomatis atau
distributorship.
4.
Business Format Franchising
Ini
merupakan bentuk franchising yang paling populer di dalam praktek. Melalui
pendekatan ini, perusahaan menyediakan suatu metode yang telah terbukti untuk
mengoperasikan bisnis bagi pemilik bisnis dengan menggunakan nama dan merek
dagang dari perusahaan. Umumnya perusahaan menyediakan sejumlah bantuan
tertentu bagi pemilik bisnis membayar sejumlah biaya atau royalti.
Kadang-kadang, perusahaan juga mengaharuskan pemilik bisnis untuk membeli persediaan
dari perusahaan.
Keunggulan
dan Kelemahan Sistem Franchise
Franchising
juga merupakan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan
ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi, yang ingin berusaha, dan
memiliki usaha sendiri. Sistem franchise ini mempunyai keunggulan-keunggulan
dan juga kerugian-kerugian. Keunggulannya adalah:
“As
practiced in retailing, franchising offers franchisees the advantage of
starting up a new business quickly based on a proven trademark and formula of doing
business, as opposed to having to build a new business and brand from scratch.”
“Seperti
dalam praktek retailing, franchising menawarkan keuntungan untuk memulai suatu
bisnis baru dengan cepat berdasar pada suatu merek dagang yang telah terbukti
bisnisnya, tidak sama seperti dengan membangun suatu merek dan bisnis baru dari
awal mula.” Selain itu menurut Rachmadi
keunggulan lainnya dari sistem
franchise bagi franchisee, antara lain:
1.
Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan
franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
2.
Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara
cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan
terbukti kredibilitas mereknya.
3.
Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal
pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, dan
pemasaran. (Rachmadi, 2007, p. 7-8)
Sedangkan
kerugian sistem franchise bagi franchisee adalah:
1.
Sistem franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena
franchisee terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah
dibuat oleh franchisor.
2.
Sistem franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal
belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan
kehati-hatian franchisee dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus
bekerja keras serta tekun.
3.
Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam
hubungannya dengan franchisor. (Sukandar, 2004, p. 67)
4.
Tidak semua janji franchisor diterima oleh franchisee.
5.
Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat
memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian. (Rachmadi, 2007,p. 9)
Contoh perusahaan yang menggunakan waralaba jenis
business format franchising yaitu sepertu MC Donald’s, Starbucks Coffe, Dunkin’
Donuts, dan KFC.
Dalam pemilihan jenis waralaba apa yang akan digunakan.
Sebaiknya perlu mempertimbangkan beberapa hal yaitu seperti:
Lokasinya
Syarat dan Ketentuannya
Sistem dan Produknya
Peluang Kesuksesannya
Harganya
Demikianlah penjelasan mengenai Jenis dan Contoh Usaha
Waralaba. Semoga dapat bermanfaat dan memperluas wawasan pembaca. Terimakasih
atas kunjungannya.
Beberapa Franchise dari indonesia dan luar negeri
#1 Waralaba dari Luar Negeri
Merupakan bisnis yang dilahirkan di luar negeri. Waralaba jenis ini cenderung lebih disukai masyarakat Indonesia dengan alasan brand yang sudah dikenal dan biasanya sudah menjamin sistem dan kualitas yang baik.
Namun jangan lupa kalau biasanya harganya juga cenderung lebih mahal daripada bisnis waralaba lokal ya!
Contoh: McDonalds, KOI, KFC, dan sebagainya.

#2 Waralaba dari Dalam Negeri
Merupakan waralaba yang berasal dari tanah air dan merupakan hasil karya pebisnis dalam negeri. Kini sudah sangat banyak waralaba tanah air yang sukses dan bahkan merambah ke luar negeri.
Dengan demikian, bisa dibilang waralaba jenis ini biasanya dijadilkan batu loncatan bagi mereka yang ingin berbisnis dengan cepat tanpa harus memulai dari awal.
Contoh: Alfamart, Campina, dan masih banyak lagi.
Komentar
Posting Komentar